Minggu, 19 Juni 2016

Macam-macam pasar beserta ciri-cirinya.



Macam-macam pasar beserta ciri-cirinya.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai macam-macam pasar beserta ciri-cirinya, yang kita ketahui pasar dibagi menjadi 2, yaitu pasar tradisional dan pasar modern
Klasifikasi Pasar:
1.       Pasar Tradisional
Pasar tradisional merupakan tempat bertemu penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.
2.       Pasar Modern
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang, berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermart, pasar swalayan (supermarket), dan minimarket.
Bentuk-bentuk pasar:
·         Pasar nyata (konkret)
Pasar dimana penjual dan pembeli bertemu, ada tawar-menawar, ada dagangan, serta trtansaksi penyerahan barang dagangan.
·         Pasar tidak nyata (abstrak)
Pasar dimana penjual hanya membawa contoh barang yang diperdagangkan atau dijual kepada konsumen, jika sudah terjadi kesepakatan konsumen membanyar dan penjual, mengirimkan barangnya sesuai pesanan.
Jenis-jenis pasar
Ø  Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)
Pasar persaingan sempurna adalah pasar dimana terdapat banyak pembeli dan banyak penjual yang menjual barang yang sama, sehingga tidak ada pihak yang mampu memengaruhi harga pasar yang berlaku , baik dengan mengubah jumlah penawaran maupun harga barang produksi. Penyebabnya jumlah transaksi dari setiap individu sangat kecil dan tidak berpengaruh pada jumlah dan output produksi secara keseluruhan. Contoh : seperti beras, gandum, batu bara, kentang dan lain-lain.
Ø  Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market)
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar dimana terdapat satu atau beberapa produsen yang menguasai pasar (harga) atau satu beberapa konsumen yang menguasai pasar (harga). Contohny seperti Microsoft winsows, perusahaan listrik Negara (PLN), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya.
Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna :                                                                                                                                           
a.       Pasar monooli
Pasar dimana terdapat hanya satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa. Penjual menguasai penawaran, sehingga juga sebagai penentu harga (price maker), maka otomatis akan mencapai suatu keuntungan yang maksimal.
b.      Pasar persaingan oligopoly
Pasar dimana hanya terdapat beberapa penjual yang menguasai pasar, sedangkan pembelinya banyak disebut nligopoly. Contoh industi yang termasuk oligopoli adalah industry semen di Indonesia, industry mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya.
c.       Pasar persaingan monopolistic
Bentuk pasar persaingan monopolistik terlatak diantara pasar persaingan sempurna dan persaingan monopoli tetapi lebih cenderung ke pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai pasar dengan banyak penjual atau produsen yang menghasilkan produk yang berbeda corak (deferensiasi produk), sehingga setiap produsen mempunyai kemampuan untuk menetapkan harga produknya. Contoh produknya : seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya.
d.      Pasar monopsoni
Pasar dimana hanya terdapat satu pembeli sedangkan penjualnya banyak, sehingga pembeli sebagai penentu harga atau price maker. Contoh : Di daerah tertentu banyak terdapat peternak sapi perah, sedangkan daerah tersebut terdapat pula pabrik susu “X” sehingga para peternak menjual hasil perahannya pada satu pembeli, yaitu pabrik susu “X” sehingga pabrik tersebut sebagai penentu harga susu peternak.

Sumber:
http://fastrans22.blogspot.co.id/2013/10/pasar-pengertian-fungsi-dan-bentuk.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar