Selasa, 21 April 2015

hipotesis penelitian



Pada postingan saya sudah menjelaskan tentang penulisan ilimiah dan penulisan ilimiah itu berhubungan dengan metode ilimiah dan hipotesis penelitian, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan arti dari hipotesis penelitian.
HIPOTESIS PENELITIAN:
Pengertian hipotesis penelitian menurut Sugiyono (2009: 96), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori. Hipotesis dirumuskan atas dasar kerangka pikir yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang dirumuskan.
Dan menurut saya hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.
Hipotesis memiliki kegunaan, yaitu :
·         Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.

·         Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.

·         Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.

·         Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan.

Dan hipotesis bukan hanya memiliki kegunaan, melainkan memiliki ciri-ciri juga, adapun ciri-ciri nya sebagai berikut:
·         Hipotesis harus mempunyai daya penjelas

·         Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.

·         Hipotesis harus dapat diuji.

·         Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.

·         Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

Hipotesis dalam penelitian itu berfungsi untuk menguji teori, mendorong munculnya teori, menerangkan fenomena sosial, sebagai pedoman untuk mengerahkan penelitian, dan memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umum
1.      Penentuan masalah
Di mulai dari menentukan masalah peneliti memulai sebuah penelitian.
2.      Hipotesa pendahuluan.
Ialah merupakan awal sebuah dugaan yang akan di jadikan tujuan penelitian, atau bisa di sebut percobaan sebelum penelitian.
3.      Pengumpulan fakta.
Peneliti diharuskan mengumpulkan fakta-fakta yang terkain dengan penelitian yang sedang dilakukan.
4.      Formulasi hipotesa.
Pembentukan hipotesa dapat melalui ilhan atau intuisi, dimana logika tidak dapat berkata apa-apa tentang hal ini.
5.      Pengujian hipotesa
Menguji kebenaran adanya kecocokan dengan hipotesa yang di buat dengan fakta-fakta yang di kumpulkan oleh peneliti.
6.      Penerapan.
Apabila hipotesa itu benar dengan fakta-fakta, kemudian harus di kolaborasi kan antara hipotesa dengan fakta-fakta tersebut.

Sumber:
·         Wikipedia
·         https://gultomhans.wordpress.com/2013/06/10/hipotesis-penelitian-2/

Selasa, 14 April 2015

metode penelitian



Metode penelitian
Pada penulisan yang sebelum nya saya membahas tentang karya ilmiah dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang metode penilitian, mula mula saya akan menjelaskan arti dari kata penelitian itu sendiri. Penelitian adalah merupakan suatu aktivitas dalam menelaah suatu problem dengan menggunakan metode ilimiah secara terata dan sistematis untuk menemukan pengetahuan baru yang di dapat di andalkan kebenarannya mengenai dunia alam dan dunia sosial. Penelitian memiliki 3 metode yaitu :
A.    Penulisan kuantitatif
Penulisan kuantitatif dalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena social. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indicator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan symbol – symbol angka yang berbeda – beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan symbol – symbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Ada beberapa metode penelitian yang dapat dimasukan ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat noneksperimental, yaitu :

1. Metode Deskriptif
metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku salam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap, pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.

2. Metode Komparatif
Metode Komparatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua variable ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alami, dengan mengumpulkan data dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan variable yang diteliti

3. Metode Korelasi
Metode Korelasi adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang di teliti. Penelitian dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta tersebut berdasarkan kerangka pemikiran tertentu.

4. Metode Survei
metode penelitian survei adalah satu bentuk teknik penelitian di mana informasi dikumpulkan dari sejumlah sampel berupa orang, melalui pertanyaan-pertanyaan, menurut Gay & Diehl (1992) “metode penelitian survei merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara”, sedangkan menurut Bailey (1982) “metode penelitian survei merupakan satu metode penelitian yang teknik pengambilan datanya dilakukan melalui pertanyaan – tertulis atau lisan”.

5. Metode Ex Post Facto
            Metode Ex post Facto adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti. Adanya hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variable tertentu mengakibatkan variable tertentu.

6. Metode True Experiment
Dikatakan true experiment (eksperimen yang sebenarnya/betul-betul) karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random (acak) dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih secara random.

7. Metode Quasi Experiment
            Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

8. Metode subjek Tunggal
            Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental), merupakan eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal.
B.     Penulisan kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Karenanya, melakukan penelitian kualitatif dengan baik dan benar bearti telah memiliki jendela untuk memahami dunia psikologi dan realitas sosial.
Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa bahwa ciri-ciri metode penelitian kualitatif ada lima, yaitu:
o   Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci.
o   Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka
o   Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data, setting atau hubungan antar bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.
o   Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti tidak mencari data untuk membuktikan hipotesis yang.mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.
o   Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar perilaku yang tampak.

C.    Penelitian kuantitatif eksperimental
Metode penelitian eksperimental adalah metode penelitian yang bisa menguji dengan benar hipotesis yang menyangkut jalinan kausal (sebab-akibat). Didalam studi eksperimental peneliti merekayasa sangat sedikit satu variable, mengontrol variable lain yang relevan, serta mengobservasi efek/pengaruhnya pada satu atau lebih variable terikat. Ada beberapa variasi dari eksperimental, yaitu:
Eksperimen murni
Eksperimen murni adalah eksperimen yang di lakukan secara nyata dengan mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen.
Eksperimen semu
Eksperimen semu pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya adalah dalam pengontrolan variable. Pengontrolan hanya dilakukan terhadap satu variable saja, yaitu variable yang di pandang paling domain.
Eksperimen lemah
Eksperimen yang di buat seperti eksperimen pada asli nya dan tidak ada pengkontrolan variable sama sekali, oleh karena itu tidak di gunakan untuk penelitian tesis dan di sertai juga skripsi sebenernya.
Daftar pustaka:
http://www.seputarpengetahuan.com/2014/12/8-pengertian-penelitian-menurut-para.html
http://zonainfosemua.blogspot.com/2011/01/pengertian-metode-penelitian-kualitatif.html
https://fitwiethayalisyi.wordpress.com/teknologi-pendidikan/metode-penelitian-kualitaif-sistematika-penelitian-kualitatif/