Minggu, 28 April 2013

Manusia dan Cinta Kasih


Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit. Bisa di alami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:

-Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
-Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
-Perasaan yang hanya merupakan kemauan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
-Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
-Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
-Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
-Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
-Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
-Perasaan terhadap keluarga

Penggunaan istilah cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggris. Love digunakan dalam semua amalan dan arti untuk eros, philia, agape dan storge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut:

-Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros
-Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia
-Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape
-Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar